Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Bulog Siap Stabilkan Harga Beras

MAKASSAR – Bulog siap stabilkan harga beras, jika harganya jatuh di bawah Harga Penetapan Pemerintah (HPP). “Itu tugas Bulog, membeli beras atau gabah petani saat harganya jatuh sesuai dengan HPP. Tapi saat harga bagus, tidak apa-apa karena petani yang menikmati,” kata Juru Bicara Bulog Sulawesi Selatan, Muhammad Taufiq, di kantornya, Jumat (4/2).
“Misalnya harga beras jatuh Rp 4.000 per kilogram, maka Bulog siap beli sesuai dengan HPP yaitu Rp 5.060 per kilogram. Ini untuk mengamankan harga dasar beras petani,” katanya.
Untuk tahun 2011, Bulog Sulawesi Selatan siap menyerap beras petani sebanyak 370 ribu ton. Tahun lalu, serapan Bulog hanya 165 ribu ton. Beras tersebut dibeli berdasarkan Instruksi Presiden nomor 7 tahun 2009 tentang kebijakan perberasan. “Untuk sementara masih merujuk HPP tahun lalu, sebab HPP tahun 2011 belum keluar. Seperti tahun 2010 lalu, HPP telah keluar bulan Desember tahun 2009,” katanya.
Saat ini, persediaan beras di gudang Bulog tahun lalu 13 ribu ton, dan bulan Januari diserap 900 ton. Beras tersebut diserap dari kabupaten yang telah panen seperti Palopo, Bulukumba, Wajo, Polewali Mamasa. “Artinya persediaan beras Sulawesi Selatan sangat besar, belum lagi bulan Maret mendatang terjadi panen raya dibeberapa daerah seperti Gowa, Takalar, Maros, dan daerah lainnya,” katanya.
Dengan persediaan beras Sulawesi Selatan yang cukup besar, impor beras tidak akan terjadi. Namun beras yang ada di Sulawesi Selatan, bisa saja disuplai oleh daerah lain. “Petani telah panen dengan produksi yang banyak, ngapain mengimpor beras lagi. Kalau menyupali ke daerah lain, bisa saja seperti tahun sebelumnya ada 240 ribu ton disuplai oleh daerah lain, baik provinsi di Indonesia Timur, maupun provinsi di Sumatera,” katanya.
Pembelian Bulog melalui mitra kerjanya Unit Pengolahan Gabah Beras (UPGB) telah membeli langsung gabah ke petani. Gabah tersebut dikeringkan, lalu digiling, dan dimasukkan ke gudang Bulog. “Ada 16 unit UPGB di Sulawesi Selatan, hanya saja harga pembeliannya biasanya kalah bersaing oleh harga pembelian di luar Bulog, sehingga beras yang dibeli Bulog hanya jenis medium,” katanya.
Adapun jenis beras mandi, kepala mawar, bogor, tidak dibeli oleh Bulog. Karena beras tersebut kualitas bagus sehingga harga pembelian oleh Bulog tidak dapat bersaing oleh harga di luar. Sesuai dengan pantauan Tempo di Pasar Terong Makassar, harga beras mandi Rp 7.000 per kilogram, kepala mawar Rp 7.500 per kilogram, dan bogor Rp 6.500 per kilogram.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan, bulan lalu, komoditas beras masuk dalam urutan keempat dalam menyumbang inflasi di Kota Makassar sebesar 1,42 persen. Beras menyumbang 0,0927 persen dari kelompok bahan makanan 4,90 persen. Artinya termasuk tinggi, karena di atas 0,01 persen.
Sebelumnya, Kepala Seksi Tertib Niaga dan Administrasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Makassar, Andi Rasmiati, mengatakan bahwa untuk mengantisipasi dari lonjakan harga beras oleh pedagang yang terlalu tinggi untuk tahun 2011 akan tetap diantisipasi. Sebab dua hari dalam setiap minggu yaitu hari Selasa dan hari Kamis Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Makassar akan melakukan kontrol langsung pada lima pasar. Antara lain pasar Pa’baeng-baeng, pasar Sentral, pasar Pannampu, pasar Terong, dan pasar Sambung Jawa. “Kami akan terus kontrol perkembangan harga-harga barang, dan jika terjadi lonjakan harga yang terlalu tinggi maka akan segera ditindaki,” katanya.
SYAMSULMARLIN

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar